Esaay pendidik Bahasa Indonesia
Nama : Dede Nuranisa
Nin :
208620600067
Prodi : PGSD
Semester : 3 (tiga)
Mata kuliah : Sastra Bahasa Indonesia
Tema : Pendidikan
Bahasa Indonesia
Judul : “Menggunakan
Bahasa Indonesia yang Baku di kalangan pemuda Untuk Menjunjung Tinggi Bangsa Indonesia”
“Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baku Di kalangan pemuda untuk Menjunjung Tinggi Bangsa Indonesia”
Bahasa
Indonesia merupakan bahasa Melayu yang dijadikan sebagai bahasa yang resmi bagi
Republik Indonesia serta bahasa untuk persatuan bangsa Indonesia. Ini merupakan bahasa komunikasi
resmi, diajarkan di sekolah-sekolah dan digunakan untuk disiarkan di media
elektronik dan digital.
Pada jaman globalisasi yaitu jaman
sekarang jamanya teknologi yang canggih yang sangat mempengaruhi pemuda
indonesia. Pada jaman ini lah pemuda indonesia berlomba untuk menampilkan diri
kepada teman-teman bahkan dunia bahwa dirinya gaul. Maka dari itu timbul kelakuan
yang tidak teratur, gaya berpakaian yang
ugal-ugalan, dan termasuk bahasa juga sudah sangat berubah tidak sesuai dengan
kamus besar bahasa indonesia.
Bahasa yang dulu pernah baik ada nya
sekarang sudah jauh menyimpang dari bahasa yang sebenarnya. Bahkan yang sangat
memprihatinkan lagi timbul kata-kata yang membuat pemuda kita malu berbahasa
yang benar dengan ungkapan “kalau tidak berbahasa gaul kita dikatakan
kampungan” inilah yang sekarang mempengaruhi pemuda kita jaman sekarang. Padahal
penggunaan bahasa indonesia yang benar akan memperlihatkan kepada dunia bahwa
kita menjunjung tinggi bangsa indonesia.
Bagaimana kita bisa dikatakan mengabdi kepada bangsa indonesia dan selalu
mengikrarkan sumpah pemuda tetapi masih menggunakan bahasa yang tidak benar.
Didalam karangan ini saya membahas banyak
sekali kesalahan yang sering terdapat saat kita berbicara dengan teman, guru,
dan dosen. bahkan sering ditemukan pada saat-saat kegiatan formal, contohnya;
pertemuan, rapat, pidato,dan lain-lain. ini kan kegiatan formal mengapa masih
ditemukan. inilah yang seharusnya kita perbaiki dalam tata bahasa indonesia.
Karena jika ini terus berlanjut semakin lama bahasa indonesia yang benar akan
terus tenggelam. Dan semakin banyak bahasa indonesia yang tidak benar akan
muncul menggantikan bahasa yang sudah ada di Kamus Besar Bahasa Indonesia atau bisa
di sebut KBBI.
Penggunaan bahasa tidak baku (gaul).
Sering kali kita temui di lingkungan kita pengungkapan bahasa indonesia yang
sangat menyimpang dari bahasa yang sebenarnya. Hal ini sudah sangat susah untuk
mengembalikannya ke bentuk yang sebenarnya karena sudah mendarah daging bagi
diri seseorang, tapi jika ada usaha untuk mau berubah ke bahasa indonesia yang
baik dan benar kita pasti bisa yang penting harus berusaha. Dan sering latihan
untuk berbicara yang formal saat berbicara dengan orang lain.
Bahasa yang tidak baku. dalam pembicaraan
kita bayak sekali bahasa-bahasa yang sudah salah menurut kamus besar bahasa
indonesia contohnya; bikin, bakalan, ngapain, lantas, dikasih, gitu, gini,
ngobrol, biarin, enggak, ngurusin, emangnya, gua, dan lain-lain. Ini kata-kata
yang sering diucapkan sehari-hari saat kita berbicara dengan teman-teman atau
orang lain. Kata-kata ini tidak sah menurut kamus bahasa indonesia. karena
tidak ada dalam kamus besar bahasa indonesia.
Karena seseorang pemuda ingin terlihat
pintar dan gaul timbul bahasa asing diantara kaliamat-kalimat yang di
ucapkanya. dalam sehari-hari bukan kalimat tidak baku saja yang sering kita ucapkan
ternyata bahasa asing juga sudah sering kita dengar contohnya; sorry, and, or,
thank you,oke, dan lain-lain. Ini juga sangat mempengaruhi gaya bahasa pemuda
untuk berbahasa yang baik. Mungkin pendapat untuk memkai bahasa asing terkadang
ada benarnya untuk melatih bahasa asing( bahasa inggris). Tetapi kalau kita
menggunakan bahasa inonesia mengapa harus digabungkan dengan bahasa asing, kan
jadi nya penggunaan bahasa indonesia
kita tidak indah. Kecuali pada saat guru atau dosen mengajar, karena untuk
memperjelas apa yang belum siswa atau mahasiswa tahu.
Faktor-faktor yang mempengaruhi bahasa
indonesia kita. banyak faktor yang sangat kuat untuk mempengaruhi bahasa
indonesia kita, saat kita menggunakanya dengan baik. Disaat kita berbicara
dengan sesama kita bisa terpengaruh karena yang pertama lingkungan, faktor
lingkungan ini sangat kuat pengaruhnya karena kita berada didalam lingkungan
tersebut. Yang kedua faktor teman
terkadang secara tidak sengaja kita sering mengucapkan kata-kata tidak baku dengan
teman-teman kita, karena ingin dikatakan gaul. Yang ke tiga pengaruh bahasa
daerah, pengaruh ini sering kita dengar sedikit banyak nya jika seseorang tidak
sering menggunakan bahasa indonesia ia akan janggal saat berbicara, dia bisa
tidak sengaja mengeluarkan bahasa daerahnya saat berbicara dengan orang lain
yang jadi nya orang lain tidak mengerti.
Penggunaan kalimat tidak baku dalam
berbicara juga mempengaruhi saat kita berbicara dalam situasi formal. ada
kalimat-kalimat yang sering kita dengar, saat kita mendengarnya terasa janggal.
Ini yang masih mempengaruhi keadaan bahasa kita saat ini. Ini contoh-contoh
kalimat tidak baku ialah; ia pukul anjing itu sampai mati, saya kirim surat
untuk ibu, pemerintah tolak impor barang ilegal, dan lain-lain.
Setelah kita melihat masalah-masalah
diatas kita sudah menyadari ternyata banyak kesalahan kita saat berbicara
dengan orang lain. Maka dari itu kita bisa menilai masalah diatas untuk
memperbaiki ucapan kita saat berbicara dengan orang lain. Karena ketika ucapan
kita sudah sah menurut kamus besar bahasa indonesia bayak keuntungan yang kita
temui kita bisa lancar untuk berbicara saat berada didepan orang lain, kita
tidak sungkan lagi untuk mengikuti acara-acara formal, kita bisa menilai orang
yang berbahasa indonesia yang benar bahwa ia menjunjung tinggi bahasa
indonesia.
Setiap tahun pada tanggal 28 Oktober kita
memperingati hari sumpah pemuda yang berbunyi
1.Kami
putera dan puteri indonesia mengaku Berbangsa yang satu, bangsa indonesia
2.Kami putera
dan puteri indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah air indoneria
3.Kami
putera dan puteri indonesia mengaku menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa indonesia
Dari ikrar yang ke tiga disana kita
melihat ialah sumpah pemuda menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa
indonesia. Tapi jika kita melihat jaman sekarang sumpah pemuda hanya di ikrar
kan saja, tidak menjadi pengabdian bagi pemuda kita. Bahkan hanya sedikit yang
masih menyadari hal ini. Kalau seperti ini bagaimana pemuda kita sekarang bisa
diharapkan untuk memelihara sesuatu kebanggaan yang pernah pemuda kita
perjuangkan sebelum kemerdekaan bangsa indonesia dulu.
Maka dari itu saya mengajak pemuda kita
atau teman-teman untuk menjunjung tinggi bangsa indonesia memalui berbahasa
indonesia yang benar. Ini adalah tugas kita untuk memberi perubahan kepada
teman-teman kita untuk bangkit dari penghianatan kita, karena menurut saya
tidak menggunakan bahasa indonesia yang benar ialah penghianatan yang besar
kepada pemuda indonesia yang telah berjuang merebut indonesia kembali, termasuk
bahasa kita itu buah pengorbanan pejuang pemuda indonesia.
Berbahasa Indonesia yang benar berarti bahwa
harus digunakan bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah atau aturan bahasa
Indonesia. Kaidah bahasa Indonesia meliputi kaidah tata bahasa, kaidah ejaan,
dan kaidah pembentukan istilah. Kaidah tata bahasa dan kaidah pembentukan
istilah berkaitan dengan bahasa Indonesia lisan dan tulis. Penggunaan bahasa
yang tidak memperhatikan kaidah tata bahasa akan membingungkan. Kaidah
pembentukan istilah berkaitan penggunaan kata serapan.
Pengguna bahasa tidak secara cermat
membedakan penulisan aktif dan aktivitas karena dalam bahasa Indonesia bunyi
[f] dan [v] tidak membedakan arti. Contoh lainnya, dalam kalimat Pengakuannya
menunjukkan sisi gentle dari dirinya. Seharusnya, istilah yang digunakan adalah
gentlemen. Kedua kata sifat ini berbeda arti. Kata gentle berarti ‘lemah
lembut’, sedangkan gentlemen berarti ‘lelaki yang memiliki etika, moral, dan
berbudi bahasa halus’. Penggunaan istilah asing, sebaiknya, disertai dengan
pengetahuan tentang bahasa asing yang digunakan.
Lalu,
apakah itu berarti bahwa kita harus selalu berbahasa ragam formal? Pada saat
kita berbicara dengan tukang sayur atau kepada teman, kita tentu tidak perlu
menggunakan ragam formal. Permasalahannya adalah apakah pada saat berbahasa
ragam nonformal, kita harus tetap mengindahkan kaidah berbahasa? Jawabannya
adalah ya! Menggunakan kaidah dalam ragam nonformal berarti menggunakan pilihan
kata yang sesuai dan tepat serta menggunakan kaidah tata bahasa yang benar. ”
Jadi, berbahasa Indonesia yang baik dan
benar berarti menyampaikan pikiran dengan informasi yang lengkap secara
teratur. Ragam bahasa yang digunakan dapat berupa ragam bahasa formal atau
nonformal, bergantung pada konteksnya.
Komentar
Posting Komentar